Sponsor

Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

Download 333 judul artikel ilmu peternakan

Download 333 judul artikel ilmu peternakan



Halo para pecinta ilmu peternakan. Apa kabar semua. Ya saya berharap baik baik saja tentunya. Agar senantiasa bugar dalam bekeja di sawah atau ladang. Pada artikel saya yang simpel ini saya Cuma ingin berbagi sedikit informasi saja yang mungkin berguna buat sahabat blogger semua yang kebetulan membaca artikel ini. 

Beberapa hari yang lalu saya berselancar di internet dan tak sengaja saya menemukan  sebuah situs peternakan yang cukup bagus menurut  saya. setelah saya baca sana sini akhirnya saya tertarik untuk mendownload artikel tersebut  gak tanggung tanggung deh pokoknya. 

Semua artikel yang diposting disitus ini saya download. Kemudian saya simpan dalam file berbentuk "RAR" (dikpmpress). Besar seluruh file hasil downlods sebesar 2,14 GB. Dan setelah saya kompres menjadi 576MB. 

Tetapi jika nanti kita akan membacanya harus di ektrak dulu karena jumlah file ribuan file. Kalau gak di ektrak akan kesulitan membukanya. Dan bagi semua pembaca blog ini yang juga mungkin saja tertarik dengan artikel yang di suguhkan pada situs www.ilmuternak.com ini silakan lihat lihat daftar isi web ini halaman dibawah ini. 

1. batas penggunaan lemak pada ternak ruminansia.
2. ciri ciri ternak ayam.
3. enceng gondok untuk pakan ternak.
4. kolostrum pada ternak.
5. kualitas dan kandungan nutrisi tepung ikan.
6. manfaat beras merah untuk ayam aduan.
7. penggunaan premix pada ternak.
8. rumput odot untuk pakan ternak.
9. daun lamtoro sebagai pakan ternak.
10. jenis jenis strain ayam broiler atau pedaging.
11. tingkat mortalitas pada ayam broiler.
12. cara fermentasi kulit singkong untuk pakan ternak.
13. cara fermentasi sekam padi untuk pakan ternak.
14. cara fermntasi dedak padi untuk pakan ternak.
15. cara memilih indukan puyuh yang bagus.
16. ciri ciri ayam betina yang baik untuk indukan.
17. kebutuhan nutrisi pada ternak kelinci.
18. mengetahui jenis kelamin ternak dengan pendulum.
19. pemanfaatan ternak puyuh afkir.
20. penggunaan kulit kopi sebagai pakan ternak.
21. azolla untuk pakan ternak unggas dan ruminansia.
22. cara membuat probiotik alami untuk ternak.
23. cara membuat tepung keong mas untuk pakan ternak.
24. cara mencegah dan mengatasi stress pada unggas.
25. ciri ciri doc ayam broiler yang baik.
26. ciri ciri indukan sapi yang bagus.
27. manajemen kesehatan ternak kuda.
28. penyakit yang sering menyerang ternak kuda.
29. perbedaan dedak padi dan bekatul.
30. cara beternak ayam pedaging broiler yang baik bagi pemula.
31. cara merawat kelinci fauzzy lop dengan mudah.
32. limbah kelapa sawit untuk pakan ternak.
33. limbah roti afkir untuk pakan ternak.
34. manfaat kulit ari kedelai sebagai pakan ternak.
35. ayam leher gundul legund.
36. cara membuat jerami amoniasi mudah.
37. cara membuat jerami padi fermentasi.
38. cara membuat umb urea molases block.
39. cara mudah membuat silase komplit.
40. faktor yang mempengaruhi kehidupan mikroorganisme.
41. fertilisasi dan pembentukan telur.
42. inseminasi buatan pada ternak ayam.
43. karakteristik ayam walik.
44. kebijakan impor sapi bakalan di.
45. macam macam jenis ayam kampung buras.
46. mekanisme impor dan ekspor ternak ayam.
47. pengertian dan cara membuat mentega.
48. pengertian dan manfaat recording ternak.
49. penyakit berak kapur pullorum disease ayam.
50. penyakit bloat tympani kembung perut.
51. penyakit cacar ayam fowl pox.
52. penyakit feline panleukopenia pada kucing.
53. penyakit infectious bronchitis pada ayam.
54. penyakit infectious bronchitis pada ayam6430.
55. penyakit infectious bronchitis pada ayam68b9.
56. penyakit infectious bronchitis pada ayamb06b.
57. penyakit nd newcastle disease tetelo.
58. penyakit orf pada ternak kambing domba.
59. penyakit pneumonia pada ternak.
60. perbedaan antara kambing dan domba.
61. sejarah dan budidaya ayam cemani.
62. sejarah sapi simmmental.
63. sistem pemeliharaan ayam kampung buras.
64. sistem pernafasan respirasi pada unggas.
65. tanda tanda birahi estrus pada sapi.
66. tipe ayam berdasarkan fungsinya.
67. alat untuk penandaan ternak.
68. cara membuat tepung ikan dengan mudah.
69. cara memilih bibit sapi potong bakalan.
70. cara metode menentukan umur pada ternak.
71. ciri dan macam ayam kelas mediterania.
72. fungsi kulit pada ternak.
73. hubungan anak dengan induk pada ternak kuda.
74. jenis dan peran mikroba rumen.
75. jenis jenis itik lokal indonesia.
76. kastrasi pengebirian pada ternak.
77. kerja fitase terhadap asam fitat.
78. macam macam cara pengawetan telur.
79. macam macam penyakit pada ternak.
80. metode metode identifikasi pada ternak.
81. metode pemberdayaan masyarakat rra pra.
82. pemanfaatan fitase pada ternak dalam perbaikan air tanah.
83. pembuatan gelatin dari tulang dan kulit.
84. pemotongan tanduk dehorning pada ternak.
85. pendugaan bobot badan ternak dengan rumus.
86. pengertian fungsi serta pengaplikasian prebiotik pada ternak.
87. penggunaan vitamin pada unggas.
88. penyakit berak darah koksidiosis pada ayam.
89. penyakit gumboro infectious bursal.
90. perbedaan burung puyuh jantan dan betina.
91. saluran pemasaran tataniaga kambing dan domba diindonesia.
92. cara pemotongan kuku pada ternak.
93. ciri ciri ternak yang sehat dan sakit.
94. dedak padi untuk pakan ternak.
95. domba lokal indonesia.
96. faktor penyebab rendahnya perkembangan populasi sapi.
97. faktor yang mempengaruhi kualitas telur.
98. faktor yang menyebabkan kegagalan bunting pada kelinci.
99. jagung untuk pakan ternak.
100. karakteristik kambing boer.
101. karakteristik sapi brahman.
102. konsentrat untuk pakan ternak.
103. macam macam telur unggas.
104. manajemen penyapihan pada pedet.
105. model tipe kandang ternak berdasarkan fungsinya.
106. pakan untuk ternak domba.
107. penanaman hijauan pakan ternak.
108. penanganan pedet baru lahir.
109. pencukuran bulu pada domba sheep shearing.
110. penyakit milk fever pada sapi perah.
111. prolapsus uteri broyong pada ternak.
112. ransum ternak.
113. rumput gajah untuk pakan ternak.
114. senyawa aflatoksin pada ternak dan pakannya.
115. sistem ekskresi pada unggas ayam.
116. tanda tanda ternak akan melahirkan.
117. faktor konsumsi pakan pada ternak.
118. fungsi dan syarat kandang ternak.
119. hormon yang berperan saat kebuntingan ternak.
120. jenis jenis kelinci.
121. kebijakan pemerintah terhadap tataniaga sapi potong diindonesia.
122. lama kemampuan reproduksi pada beberapa ternak.
123. laporan fisiologi ternak pembekuan darah.
124. laporan fisiologi ternak pengamatan preparat awetan.
125. laporan fisiologi ternak thermoregulasi.
126. laporan praktikum pembuatan egg nog.
127. laporan praktikum pembuatan mayonnaise.
128. macam macam pemalsuan susu.
129. pemanfaatan pupuk kandang dari ternak.
130. pengistirahatan dan pemuasaan ternak sebelum disembelih.
131. pengukuran tekanan darah pulsus.
132. penyakit gondok pada ternak.
133. penyakit pasteurellosis pada ternak kelinci.
134. praktikum uji kebuntungan.
135. respirasi pada kelinci.
136. rumput bede signal brachiaria decumbens.
137. rumput star grass cynodon plectostachyus.
138. senyawa antinutrisi piperidin alkaloid pada tanaman hemlock.
139. spermatogenesis proses pembentukan sperma.
140. tanaman kaliandra untuk pakan ternak.
141. tingkah laku ternak antara induk dan anak.
142. uji boraks dalam bahan pangan.
143. yoghurt kaya akan vitamin e.
144. bungkil kacang tanah peanut meal.
145. cara mudah membuat pupuk bokashi.
146. cara pemberian pakan ternak ruminansia.
147. karakteristik kambing boerawa.
148. karakteristik sapi bali indonesia.
149. karakteristik sapi limousin limosin.
150. karakteristik sapi madura asli indonesia.
151. laporan praktikum pembuatan ice cream.
152. pembagian kelas bangsa ayam modern.
153. pengukuran detak jantung pada kelinci.
154. penyakit diare neonatal pada ternak ruminansia.
155. perbedaan ternak ruminansia dan non ruminansia.
156. seleksi ternak.
157. tepung bulu ayam untuk pakan ternak.
158. thermoregulasi pada kelinci.
159. tingkahlaku makan pada kelinci.
160. kambing peranakan etawah pe.
161. karakteristik kambing saanen.
162. karakteristik sapi aberdeen angus.
163. karakteristik sapi brangus.
164. karakteristik sapi jaliteng.
165. karakteristik sapi ongole.
166. karakteristik sapi perah fh friesian holstein.
167. karakteristik sapi peranakan ongole po.
168. keuntungan sinkronisasi penyerentakan birahi.
169. manajemen kesehatan pada ternak.
170. penyakit foot rot pada ternak.
171. tahap adaptasi ternak ruminansia.
172. cara membedakan itik bebek jantan dan betina.
173. ciri ciri telur yang baik untuk ditetaskan.
174. itik mojosari.
175. karakteristik kambing jawarandu atau bligon.
176. karakteristik kambing kacang.
177. palatabilitas pakan pada ternak.
178. ayam new hampshire.
179. cara membuat bibit starter yoghurt.
180. cara memilih bibit kelinci yang baik.
181. ciri ciri kompos sudah matang.
182. coprophagy pada kelinci.
183. karakteristik kambing benggala.
184. karakteristik kambing gembrong.
185. karakteristik kerbau jaffarabadi.
186. karakteristik kerbau murrah.
187. karakteristik kerbau surti.
188. karakteristik sapi hereford.
189. pengertian body condition score bcs.
190. ampas tahu untuk pakan ternak.
191. bungkil kedelai untuk pakan ternak.
192. karakteristik rumput kolonjono.
193. ternak kalkun.
194. fungsi mineral untuk ternak.
195. kandang ternak ayam potong broiler.
196. kandungan nutrisi jerami padi.
197. onggok untuk pakan ternak.
198. ternak ayam jawa super kampung super.
199. dasar teknologi hasil ternak.
200. kandungan dan manfaat kulit manggis.
201. laporan fisiologi ternak.
202. laporan fisiologi ternak38c4.
203. laporan fisiologi ternak4201.
204. laporan fisiologi ternak44c2.
205. laporan fisiologi ternak849e.
206. laporan fisiologi ternakc0f0.
207. laporan fisiologi ternake83e.
208. laporan mikrobiologi peternakan.
209. laporan mikrobiologi peternakan3331.
210. laporan mikrobiologi peternakana660.
211. laporan mikrobiologi peternakanaac3.
212. laporan mikrobiologi peternakand4db.
213. laporan praktikum ilmu tanaman makanan.
214. laporan praktikum ilmu tanaman makanan3b6a.
215. laporan praktikum ilmu tanaman makanan505d.
216. makalah penyakit flu burung.
217. makalah penyakit parasit caplak 21.
218. manfaat daun sirsak bagi kesehatan.
219. mikrobiologi peternakan 15.
220. pola warna dari sapi bali.
221. sistem pertanian terpadu berkelanjutan.
222. ternak menjamin fungsi tanah.
223. usaha spekulatif serta contoh usaha.
224. laporan manajemen ternak perah.
225. laporan manajemen ternak perah32d9.
226. laporan manajemen ternak perah5969.
227. laporan manajemen ternak unggas.
228. laporan praktikum bahan pakan dan.
229. macam macam produk dari hasil ikutan.
230. laporan teknologi pengolahan pakan.
231. laporan teknologi pengolahan pakan0380.
232. laporan teknologi pengolahan pakan340f.
233. laporan teknologi pengolahan pakan5277.
234. laporan teknologi pengolahan pakan650f.
235. makalah pembuatan briket dari kotoran.
236. pemeriksaan parasit.
237. pengantar ilmu ekonomi aktivitas pasar.
238. pengantar ilmu ekonomi aktivitas pasar1825.
239. pengertian susu dan penyakit yang.
240. sifat fisik fungsi dan implementasi susu.
241. analisa usaha penggemukan sapi potong.
242. cara melakukan palpasi rectal pada sapi.
243. cara pengawetan daging.
244. kebijakan pembangunan peternakan.
245. kebijakan pemerintah terhadap kuota.
246. laporan bioteknologi peternakan.
247. laporan praktikum pembuatan rambak.
248. makalah mastitis pada ternak sapi.
249. makalah penyakit anthrax.
250. pengawetan kulit dengan cara pengeringan.
251. pengawetan kulit dengan cara pengeringan0300.
252. pengawetan kulit dengan cara pengeringand3be.
253. pengertian dan fungsi dari probiotik.
254. penyakit botulismus pada itik bebek.
255. penyakit bovine ephemeral fever pada.
256. penyakit egg drop syndrome dan.
257. penyakit kolera pada unggas.
258. penyakit marek pada unggas.
259. peran pemerintah terhadap cacing hati.
260. sistem reproduksi burung puyuh.
261. sistem syaraf systema nervosum pada sapi.
262. sumber mineral untuk ternak.
263. uji formalin dalam bahan pangan.
264. aku dan teknologi.
265. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang sudah tidak dapat dibagi lagi files
266. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang sudah tidak dapat dibagi lagi filesimage001.
267. bahan pangan sumber air.
268. bahan pangan sumber energi.
269. bahan pangan sumber protein.
270. bahan pangan sumber vitamin dan mineral.
271. hak dan kewajiban warga negara.
272. kasus ayam tiren di indonesia dan peran.
273. laporan kimia identifikasi anion dan.
274. laporan kimia pembuatan larutan dan.
275. laporan kimia penentuan kesadahan.
276. laporan kimia sifat koligatif larutan.
277. laporan kinetika reaksi kimia.
278. laporan pembuatan sosis beef sausage.
279. laporan praktikum pembuatan chicken.
280. laporan praktikum pembuatan yoghrut.
281. laporan praktikum penetasan telur.
282. makalah filsafat ilmu.
283. makalah komunikasi.
284. makalah penyakit mulut dan kuku pmk.
285. maklah penyakit snot atau coryza.
286. membedakan pangan yang aman dan yang.
287. mikrobiologi susu.
288. pakan kelas 8 additif pakan.
289. pendidikan seumur hidup long life.
290. pengawetan kulit dengan penggaraman.
291. pengertiaan fungsi dan penyalahgunaan.
292. penyakit bovine viral diarrhea bvd.
293. penyakit scabies pada ternak.
294. personalia perusahaan.
295. portofolio rumah potong ayam rpa.
296. senyawa antinutrisi.
297. sistem otot pada ayam unggas.
298. sistem pencernaan ayam unggas.
299. sistem respirasi pencernaan dan.
300. sistema respiratorium pada sapi.
301. suhu tubuh frekuensi nafas dan denyut.
302. susu kefir.
303. systema skeleton kerangka pada sapi.
304. Tinjauan Pustaka files
305. Tinjauan Pustaka filesimage001.
306. cara beternak ayam kampung.
307. cara beternak ayam kampung5ae6.
308. cara beternak ayam kampunge43d.
309. cara merebahkan sapi dengan mudah.
310. istilah ilmu pemuliaan ternak.
311. istilah istilah dalam pemuliaan ternak.
312. kebutuhan nutrien itik petelur dan.
313. kegiatan ekonomi dan penyebabnya.
314. laporan praktikum abatoir.
315. laporan praktikum kesehatan ternak.
316. laporan praktikum pengeloaan usaha.
317. laporan praktikum pengelolaan limbah.
318. laporan praktikum pengelolaan limbah38b3.
319. laporan praktikum seleksi ternak ayampetelur.
320. laporan praktikum seleksi ternak kambing.
321. laporan praktikum seleksi ternak sapi.
322. laporan praktikum seleksi ternak sapi 36.
323. laporan teknologi feedlot.
324. makalah kasus sapi glonggongan.
325. organ reproduksi pada sapi jantan.
326. pengaturan siklus bertelur ayam kampung.
327. Reproduksi  merupakan proses penting bagi semua bentuk kehidupan files
328. Reproduksi  merupakan proses penting bagi semua bentuk kehidupan filesimage002.
329. resep cara membuat dendeng sapi.
330. seleksi pada kambing.
331. sistem integrasi ternak dan tanaman.
332. sistem navigasi pada burung merpati.
333. vitamin bagi ternak.


Downloads 9 Ebook Pertanian

Downloads 9 Ebook Pertanian


 download ebook pertanian organik, download ebook pertanian pdf, download ebook pertanian hidroponik, ebook ekonomi pertanian, ebook ekologi pertanian, ebook pengantar ekonomi pertanian, download ebook ekonomi pertanian, free ebook pertanian, ebook gratis pertanian organik, ebook ilmu pertanian, ebook pengantar ilmu pertanian, kumpulan ebook pertanian, ebook pertanian lengkap, ebook mikrobiologi pertanian, ebook majalah pertanian, download ebook majalah pertanian, ebook pertanian percuma, ebook pembangunan pertanian, ebook ekonomi produksi pertanian, ebook sosiologi pertanian, ebook smk pertanian, ebook tentang pertanian, ebook teknologi pertanian, ebook teknik pertanian, ,

Di bawah ini  saya ingin berbagi beberapa Ebook pertanian yang saya peroleh dari berbagai sumber yang saya arsipkan kembali untuk di download dikemudian hari. Dan jika anda juga berkeinginan untuk mendownloadnya silahkan klik pada tutan dibawah ini.



​​
​​
​​
​​
​​
​​
​​
​​

Budidaya Nanas

Budidaya Nanas



Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia pada abad ke-15, (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik.

Padi

Padi



Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Download Sekarang

P A L A ( Myristica Fragan Haitt )

P A L A ( Myristica Fragan Haitt )



Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.

Download Ebooknya Sekarang

Palem

Palem



Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang.

Tanaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai Kaum Bangsawan dari Kerajaan Tanaman. Keempat tanaman palem di atas adalah tanaman di luar rumah (outdoor plant) yang dimanfaatkan sebagai penghias jalan (palem putri, raja, kadang-kadang botol) atau sebagai tanaman hias di halaman rumah (palem merah dan botol).

Download Ebooknya Sekarang


PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH SEBAGAI PENGGANTI ROOTON F UNTUK MENSTIMULASI PERTUMBUHAN AKAR STEK PUCUK JATI

 PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH SEBAGAI PENGGANTI ROOTON F UNTUK MENSTIMULASI PERTUMBUHAN AKAR STEK PUCUK JATI



Tingginya minat masyarakat sekitar hutan untuk menanam jati sebagai bentuk   investasi   masa   depan   di   pekarangan   semakin   meningkat.   Namun kurangnya  asupan  teknologi  yang digunakan  untuk  mengembangkan  tanaman jati, menyebabkan usaha mereka  dalam menghasilkan bibit tanaman   jati yang berkualitas dan dalam yang jumlah memadai kurang berhasil.

Masyarakat sekitar hutan cenderung menanam jati secara generatif dan biji  jati ditanam secara langsung.  Sedangkan  untuk  menghasilkan  bibit  jati  secara  vegetatif  yang khususnya  dengan kultur jaringan nyaris tidak mungkin dilakukan masyarakat karena tingginya biaya  dan sulitnya perawatan. Atas dasar pertimbangan ini, maka pembiakan jati dengan stek pucuk menjadi perhatian dalam penelitian ini

Download Sekarang

Pemangkasan Tanaman Buah

Pemangkasan Tanaman Buah



Ada beberapa latar belakang yang mendasari mengapa tanaman harus dipangkas, pertama tanaman cenderung akan tumbuh terus, baik tumbuh ke atas maupun tumbuh ke samping. Pertumbuhan yang tidak diarahkan pada beberapa jenis tanaman buah, akan menghasilkan tajuk tanaman yang umumnya tumbuh memanjang ke arah atas (Jawa : nglancir), dengan batang atau cabang tunggal.

Kuatnya dominasi apikal (tunas ujung) di bagian ujung tanaman, memacu tanaman untuk terus tumbuh meninggi ke arah atas, dan salah satu cara untuk mematahkan dominasi apikal tersebut adalah dengan cara pemangkasan, yang akan merangsang keluarnya pertumbuhan tunas-tunas samping atau tunas lateral.

Dengan demikian, bentuk tanaman sebagai manifestasi pertumbuhan tanaman menjadi lebih ideal dan seimbang, baik pertumbuhan ke arah atas maupun ke arah samping. Kesehatan tanaman secara keseluruhan juga sangat dipengaruhi oleh bentuk tanamannya. Banyak dahan dan ranting yang tumbuh tidak teratur dan bersilangan di bagian tengah tanaman dengan daun-daun yang umumnya tidak terkena sinar matahari secara langsung. Daun-daun yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, lebih bersifat parasit bagi tanaman secara keseluruhan karena tidak melakukan proses fotosintesis namun tetap mendapatkan fotosintat (hasil fotosintesis) dari daun-daun di bagian terluar yang terkena sinar matahari langsung.

Itu sebabnya, banyak tanaman yang secara keseluruhan tumbuh dengan lebat, daunnya rimbun dengan warna daun yang hijau pekat, namun teramat sangat jarang memunculkan bunga/buah. Jika muncul bunga/buah, maka bunga dan buah yang muncul jumlahnya terbatas atau sedikit sekali.

Fotosintat yang terbentuk hanya dialokasikan untuk pertumbuhan tanaman, khususnya ke bagian tanaman yang bersifat parasit tersebut, dan pada akhirnya hanya sangat sedikit jumlah fotosintat yang akhirnya dialokasikan oleh tanaman untuk memunculkan bunga dan buah. Tanaman yang dipangkas teratur akan memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, di mana sinar matahari sebagai sumber energy utama dapat menembus semua bagian tanaman, memberikan iklim mikro yang baik, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga dapat meminimalkan perkembangan jamur dan organism pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal untuk memberikan hasil yang optimal pula.

Pemeliharaan Buah Pasca Pembungaan

Pemeliharaan Buah Pasca Pembungaan


Penjarangan buah sangat dianjurkan sedini mungkin setelah bakal buah terbentuk dan tumbuhmembesar. Bakal buah yang terbentuk terlampau banyak akan menyerap energi yang sangat besar daritanaman induk untuk proses pembesaran buah itu sendiri. 

Dalam kondisi tanaman sehat dan pasokannutrisi tanaman cukup, hal ini tidak akan menjadi masalah, namun masalah tersebut akan muncul jikaterjadi sebaliknya di mana kondisi tanaman tidak sehat sepenuhnya dengan pasokan nutrisi dan airyang terbatas ke tanaman. Pada kondisi buruk seperti ini, buah akan rontok satu per satu atau bahkanrontok bersamaan pada periode yang relatif singkat, dan hanya menyisakan sedikit buah yang bisadipanen pada akhir musim berbuah. Oleh karena, kombinasikan perlakuan penjarangan buah denganpemberian pupuk secara intensif, menggunakan pupuk dengan kombinasi antara unsur Potassium(Kalium) tinggi dengan Nitrogen dalam kadar yang lebih rendah (pupuk KNO3 misalnya), disertai denganpupuk yang mengandung unsur makro sekunder seperti unsur Calsium (Ca) untuk memperkuat dindingsel buah. Beberapa orang menambahkan pupuk Borate dengan kandungan unsur mikro Boron (Bo) yangbertujuan untuk memperbaiki kualitas buah, khususnya untuk meningkatkan kadar kemanisan buah.



ARSIP BLOG